Gambar Peta Sumatera dan 10 Provinsinya (Lengkap)

Peta adalah gambar permukaan bumi yang dibuat pada bidang datar. Peta Sumatera berarti gambaran Pulau Sumatera bila dilihat dari langit. Peta sendiri dibuat dengan skala tertentu, sehingga terdiri dari ukuran yang beragam.

Skala peta mendeskripsikan perbandingan antara jarak di gambar dengan jarak sebenarnya. Dari sini bisa disimpulkan secara sederhana bahwa peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam ukuran tertentu.

Definisi Peta

Definisi Peta

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, peta ialah gambar permukaan bumi yang dibuat di bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Peta dapat ditampilkan dengan cara yang bervariasi, seperti model cetak atau konvensional dan peta digital pada komputer.

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional menyatakan bahwa peta ialah wahana untuk menyimpan dan menyajikan data terkait situasi lingkungan, sekaligus menjadi sumber informasi untuk pihak perencana dan pengambilan keputusan untuk meningkatkan pembangunan.

Kata “peta” sendiri berasal dari bahasa Yunani mappa, dengan arti “kain penutup meja” atau “taplak”. Namun, definisi peta secara umum adalah lembaran dari sebagian atau semua permukaan bumi yang sudah diperkecil di bidang datar dengan skala tertentu.

Suatu peta merupakan representasi berbentuk dua dimensi dari sebuah ruang berbentuk tiga dimensi. Kartografi adalah ilmu yang mendalami tentang pembuatan peta. Peta terbagi menjadi banyak skala sebagai penentu besar objek di dalamnya dan di keadaan sebenarnya.

Fungsi Peta

Fungsi Peta

Selain merepresentasikan gambaran permukaan bumi, Peta Sumatera juga menampilkan fenomena buatan dan alam. Kedua fenomena ini akan menjadi informasi untuk mengelola sumber daya dalam berbagai bidang.

Bidang tersebut termasuk perencanaan tata ruang, perkebunan, kehutanan, kelautan, pertanian, pertambangan, dan masih banyak lagi. Peta juga dapat digunakan sebagai media pengiriman pesan berisi fenomena dan realita geografi.

Memang, pada dasarnya, peta merupakan desain data yang dapat memberikan informasi geografis lewat proses penyusunan gabungan-gabungan data lain yang berhubungan dengan keadaan bumi. Data ini akan dianalisis, diperkirakan, serta dihasilkan dalam kartografi.

Sementara itu, pemetaan merupakan tahapan dalam menampilkan informasi permukaan bumi berbentuk dunia nyata, fakta, baik dari segi permukaan bumi dan sumber daya, berdasarkan simbol, skala, dan sistem proyeksi unsur-unsurnya. Fungsi peta di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Menunjukkan ukuran (jarak dan luas) sert arah sebuah lokasi di permukaan bumi.
  • Menunjukkan lokasi atau tempat di suatu titik di permukaan bumi.
  • Menggambarkan berbagai bentuk di permukaan bumi, seperti negara, benua, sungai, gunung, dan sebagainya.
  • Menampilkan data terkait potensi di sebuah kawasan.
  • Membantu peneliti sebelum melaksanakan survei dalam mempelajari situasi wilayah yang akan diteliti.
  • Sebagai alat analisis sebelum menyimpulkan sesuatu.
  • Sebagai alat menjelaskan berbagai pengajuan rencana.
  • Sebagai alat mempelajari hubungan timbal-balik tentang gejala atau fenomena geografi di permukaan bumi.
Baca Juga:  25+ Gambar Keren Simple Doodle Art Lucu, Mudah Ditiru!

Unsur-Unsur Peta

Dalam menyajikan informasi, sebuah peta, termasuk Peta Sumatera hendaknya memuat unsur atau komponen yang dapat membantu penggunanya dalam memakai dan membaca peta. Unsur atau komponen yang sering ditemukan pada peta di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Judul

Berperan dalam menggambarkan tipe dan isi peta. Judul bisa terletak di atas, kanan, tengah, atau bawah. Meski demikian, akan lebih baik jika judul berada di kanan atas.

2. Legenda

Legenda merupakan keterangan simbol-simbol yang juga adalah kunci untuk membaca peta.

3. Orientasi

Arah utara sebagai orientasi biasanya diletakkan di titik dekat garis bujur dan lintang. Terdapat pula koordinat untuk menunjukkan arah.

4. Skala

Skala adalah perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya dituliskan di bawah judul, di bawah legenda, atau di luar garis tepi. Skala terbagi menjadi tiga, yakni skala angka, skala garis, dan skala verbal.

5. Simbol

Simbol adalah gambar atau tanda yang merepresentasikan penampakan di permukaan bumi dan

tampak pada peta. Simbol terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut.

  • Simbol titik, dipakai dalam penyajian data posisional atau tempat.
  • Simbol garis, dipakai dalam penyajian data terkait jarak.
  • Simbol area, dipakai dalam representasi sebuah wilayah yang simbolnya mencakup wilayah tertentu.
  • Simbol aliran, dipakai untuk menggambarkan gerak atau alur.
  • Simbol batang, dipakai untuk menggambarkan harga atau perbandingan harga atau nilai lain.
  • Simbol lingkaran, dipakai untuk menggambarkan jumlah atau kuantitas dalam persentase.
  • Simbol bola, dipakai untuk menggambarkan volume; Jika simbol semakin besar, maka volumenya juga semakin besar. Sebaliknya, jika ukuran simbol makin kecil, maka volumenya juga semakin kecil.
Baca Juga:  10 Ciri-Ciri Cerita Pendek (Cerpen), Pengertian dan Fungsinya

6. Warna

Warna berfungsi menjadi pembeda objek atau penampakan di permukaan bumi, menggambarkan kuantitas atau kualitas simbol-simbol, serta kebutuhan estetika pada peta. Setiap peta biasanya terdiri dari delapan warna, yakni sebagai berikut.

  • Hijau, menandai wilayah dengan ketinggian di bawah 200 m.
  • Merah, menandai jalur kereta api atau gunung aktif.
  • Hijau muda, menandai wilayah dengan ketinggian 200 – 400 m di atas permukaan laut. Biasanya adalah wilayah landai dengan bukit-bukit dan bentuk bergelombang.
  • Kuning, menandai wilayah dengan ketinggian 500 – 1.000 m di atas permukaan laut.
  • Cokelat muda, menandai wilayah dengan ketinggian 1.000 – 1.500 m di atas permukaan laut.
  • Cokelat, menandai wilayah dengan ketinggian di atas 1.500 m di atas permukaan laut.
  • Biru keputihan, menandai penampakan perairan dengan kedalaman di bawah 200 m.
  • Biru muda, menandai daerah perairan atau lautan dengan kedalaman 200 – 2.000 m.
  • Biru tua, menandai daerah perairan atau lautan dengan kedalaman lebih dari 2.000 m.

7. Tipe Huruf

Disebut juga dengan lettering, berperan dalam menekan makna simbol yang digunakan pada peta. Ada dua macam pemakaian lettering, yakni objek hidrografi yang menggunakan huruf miring dan objek hipsografi yang menggunakan huruf tegak.

8. Garis Astronomis

Terdiri dari garis bujur dan garis lintang. Fungsinya adalah menunjukkan lokasi suatu wilayah atau daerah dengan arah berlawanan satu sama lain, sehingga terbentuk vektor yang menampilkan letak astronomis.

9. Inset

Komponen ini adalah sisipan peta kecil pada peta utama. Inset bisa berupa penunjuk lokasi dengan fungsi menunjukkan letak wilayah yang belum dikenali.

Kemudian ada inset penjelas, fungsinya adalah memperbesar wilayah yang dianggap penting. Lalu ada inset penyambung dengan fungsi meneruskan wilayah yang terpotong pada peta utama.

10. Garis Tepi Peta

Garis ini berguna untuk membatasi ruang pada peta serta meletakkan garis astronomis sehingga letaknya benar dan beraturan.

11. Sumber dan Tahun Pembuatan

Sumber merupakan referensi atau asal data-data pada peta.

12. Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis bujur membujur dari utara menuju selatan atau sebaliknya. Sedangkan garis lintang melintang dari timur ke barat atau sebaliknya.

Kondisi Geografis Pulau Sumatera

Peta Sumatera berarti menggambarkan bagaimana keadaan wilayah pulau Sumatera sebagai salah satu daerah di permukaan bumi. Sebelum melihat detail dari pulau ini lebih lanjut, berikut adalah informasi rangkuman mengenai pulau di bagian barat Indonesia ini.

Kondisi Geografis Pulau Sumatera

1. Letak Astronomis

Secara astronomis, pulau ini terletak pada 6derajatLU – 6derajatLS serta 95derajatBB – 109derajatBT. Posisi ini menjadikan pulau Sumatera terletak di wilayah tropis. Selain itu, pulau ini juga melewati garis khatulistiwa atau di posisi 0derajat.

Baca Juga:  13 Gambar Wayang Kulit dan Penjelasan Tokohnya

2. Letak Geografis

Secara geografis, pulau Sumatera berada di sebelah barat Indonesia. Di bagian utara, pulau ini berbatasan dengan Teluk Benggala, sementara di selatan adalah Selat Sunda. Di bagian timur, pulau Sumatera berbatasan dengan Selat Malaka, sementara di barat adalah Samudera Hindia.

3. Provinsi di Pulau Sumatera

Saat ini, secara resmi pulau Sumatera terdiri dari sepuluh provinsi. Berikut ini adalah Peta Sumatera yang menampilkan setiap provinsi secara detail.

  • Nanggroe Aceh Darussalam

Ibukota provinsi ini adalah Banda Aceh. Sering disebut dengan “serambi mekah”.

Nanggroe Aceh Darussalam

  • Sumatera Utara

Ibukota provinsi ini adalah Medan. Provinsi ini terkenal dengan salah satu bentang alamnya, yaitu Danau Toba. Perhatikan peta Sumatera Utara di bawah ini.

Sumatera Utara

  • Sumatera Barat

Ibukota provinsi ini adalah Padang. Makanan yang terkenal hingga ke seluruh dunia, yaitu rendang, berasal dari provinsi ini.

Sumatera Barat

  • Riau

Ibukota provinsi ini adalah Pekanbaru. Melalui Peta Sumatera berikut ini, bisa dilihat bahwa Riau berlimpah akan sumber daya alam berupa minyak bumi.

Riau

  • Kepulauan Riau

Ibukota provinsi ini adalah Tanjung Pinang. Pulau yang populer dari provinsi kepulauan ini adalah Batam, dapat dilihat melalui Peta Sumatera di bawah ini.

Kepulauan Riau

  • Jambi

Ibukota provinsi ini adalah Jambi. Banyak gunung terkenal di provinsi ini, salah satunya adalah Gunung Kerinci, bisa dilihat di Peta Sumatera berikut.

Jambi

  • Bengkulu

Ibukota provinsi ini adalah Bengkulu. Bengkulu mempunyai banyak hutan rimbun, sehingga satwa liar juga masih banyak tinggal di sini.

Bengkulu

  • Sumatera Selatan

Ibukota provinsi ini adalah Palembang. Dari peta Sumatera Selatan di bawah, provinsi di bagian selatan ini memiliki makanan khas yang populer, yaitu pempek.

Sumatera Selatan

  • Bangka Belitung

Ibukota provinsi ini adalah Pangkal Pinang. Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang nampak pada Peta Sumatera di bawah adalah dua pulau yang membentuk provinsi ini.

Bangka Belitung

  • Lampung

Ibukota provinsi ini adalah Bandar Lampung. Karena kaya akan sumber daya alam hayati, kondisi alam pada wilayah ini termasuk subur.

Lampung

Bila melihat Peta Sumatera kembali, maka dapat disimpulkan bahwa pulau ini mempunyai potensi yang besar, khususnya dari sisi kondisi alam. Tidak cuma sumber daya, tetapi juga tempat wisata yang masih asri dan populer.

Leave a Comment