9 Contoh Usaha UMKM di Desa yang berpeluang besar 

UMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah. Saat ini sudah ada banyak contoh usaha UMKM di desa yang sering dijumpai. Mulai dari UMKM sektor informal seperti pedagang kaki lima, pemilik lapak di pasar, sampai UMKM sektor formal yang sudah mempunyai izin usaha.

Lokasinya juga tidak dikhususkan sebagai kantor, pabrik, maupun toko. UMKM juga dapat dimulai sebagai usaha rumahan. Apabila baru merintis usaha dengan modal kecil, maka kamu dipastikan menjadi pegiat usaha mandiri. Namun, sebelum memulai usaha, kamu harus bisa mempelajari berbagai macam contoh UMKM.

Jenis-jenis UMKM yang perlu diketahui

Sesuai namanya, ada tiga jenis UMKM, yakni usaha mikro, kecil, dan menengah. Perbedaan ketiga jenis ini telah ditentukan dalam perundang-undangan RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Namun, kriteria UMKM pada UU Nomor 20 Tahun 2008 ini dapat berubah seiring dengan perkembangan ekonomi. Perubahan ini nantinya juga diatur dalam Peraturan Presiden.

Usaha Mikro

Usaha mikro merupakan sebuah usaha produktif milik perorangan atau badan usaha perorangan yang telah memenuhi kriteria usaha mikro dalam UU Nomor 20 Tahun 2008. Kriteria dari usaha mikro, yaitu usaha jenis ini mempunyai kekayaan bersih paling banyak sekitar Rp50 juta.

Jumlah ini sebenarnya belum termasuk tanah dan tempat usaha bangunan. Selain itu, mempunyai hasil penjualan tahunan paling banyak sekitar Rp300 juta.

Usaha Kecil

Usaha kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perorangan atau badan usaha bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan. Ukuran usaha kecil mempunyai kekayaan bersih diatas Rp 50 juta sampai maksimal Rp 500 juta.

Usaha Menengah

Usaha menengah merupakan salah satu dari usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Sama halnya seperti kedua jenis UMKM lainnya, usaha menengah dimiliki oleh perorangan atau badan usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan.

Usaha ini juga tidak dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian dari usaha kecil maupun usaha besar. Kriteria usaha menengah mempunyai kekayaan bersih sebesar Rp500 juta sampai Rp10 miliar. Hasil penjualannya hanya berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar rupiah.

Contoh Usaha UMKM di desa

Contoh usaha UMKM di desa saat ini bergerak pada beberapa kategori usaha. Namun, memang ada berbagai macam kategori tertentu yang dominan digeluti oleh pelaku UMKM.

Berikut ini sudah ada contoh UKM pada umumnya, mulai dari produk atau jasa yang masih berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Mungkin saja ada yang bisa jadi inspirasi usaha bagimu, simak informasinya!

Kuliner

contoh usaha umkm di desa

Kuliner menjadi salah satu pilihan banyak orang saat ingin merintis UKM. Makan merupakan kebutuhan pokok manusia, jadi tidak perlu takut kamu tidak akan mendapatkan keuntungan.

Pastikan produk kuliner yang akan dijajakan bersih dan lezat. Dengan begitu, para pembeli otomatis akan kembali lagi.

Contoh usaha UMKM di desa ini sangatlah beragam. Misalnya saja bisnis nasi goreng, bakso dan mie ayam, pecel lele, frozen food, dan masih banyak lainnya.

Toko Kelontong

Toko Kelontong

Toko kelontong yang menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari juga termasuk sebagai contoh UMKM. Meski pasarnya terbilang cukup besar, namun saingannya cukup berat karena harus berhadapan dengan minimarket.

Akan tetapi, tetap saja toko kelontong masih dibutuhkan orang, apalagi bila harganya lebih kompetitif dengan minimarket. Selain membuka toko kelontong secara fisik, kamu juga dapat membuka toko kelontong online.

Busana

Contoh usaha UMKM di desa yang satu ini juga mempunyai permintaan yang tinggi di pasar. Hal ini karena busana termasuk kebutuhan utama manusia.

Terdapat banyak peluang pasar yang bisa kamu gali dalam bisnis busana. Mulai dari fokus pada fungsi, seperti pakaian tidur, pakaian kantor, pakaian sehari-hari, pakaian dalam, dan sebagainya, sampai berdasarkan segmen umur, seperti baju bayi dan anak-anak.

Kerajinan Tangan

Hasil kerajinan tangan dengan fungsi dekoratif biasanya banyak sekali diperlukan sebagai souvenir acara atau souvenir khas daerah. Contoh UMKM yang satu ini memang cenderung banyak ditemukan pada daerah pariwisata.

Akan tetapi, bukan berarti daerah lain tidak memiliki potensi sebagai pasar kerajinan tangan. Terdapat banyak sekali jenis kerajinan tangan yang dibuat untuk bisa membantu kegiatan sehari-hari.

Agrobisnis

Apabila kamu berada di daerah tanah garapan yang subur, contoh UMKM ini banyak sekali ditemukan. Agrobisnis memang tidak terbatas pada kegiatan budidaya tanaman pangan dan tanaman dekoratif.

Terdapat peluang agribisnis lainnya yang dapat dilakukan, seperti menjual bibit tanaman, menjual produk olahan pertanian, bisnis alat bercocok tanam, kios pupuk, dan sebagainya.

Jasa tukang cuci

Banyak sekali orang yang sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak sempat mengurus pekerjaan rumah seperti mencuci baju. Ini bisa menjadi salah satu peluang usaha kecil.

Hanya dengan memanfaatkan kesibukan orang lain, kamu bisa mendapatkan untung dengan menawarkan jasa tukang cuci dengan harga terjangkau.

Otomotif

Kendaraan bermotor setiap tahun pasti akan bertambah. Usaha terkait otomotif jni memiliki peluang untuk bertahan.

Dalam skala UMKM, usaha yang berhubungan dengan otomotif dapat dimulai dari membuat jasa tambal ban, bengkel kecil, toko ban, toko spare part, tempat cuci motor atau mobil, dan sebagainya.

Usaha Kerajinan Tangan

Ekspor kerajinan tangan asal Indonesia saat ini sudah meningkat sampai 1,35%. Hal ini menandakan bahwa usaha kerajinan tangan mempunyai peluang yang sangat menjanjikan karena dinanti-nanti oleh semua masyarakat, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Apabila diperhatikan secara seksama, semua wilayah di Indonesia hampir sebagian besar memiliki kerajinan tangan sendiri yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Kerajinan tangan ini tentunya bisa diproduksi dengan berbagai macam bahan dasar sumber alam maupun bahan bekas yang mampu didaur ulang.

Jadi dapat menghasilkan karya kerajinan tangan terbaik. Oleh karena itu, jika kamu memperhatikan ada suatu daerah yang mempunyai potensi kerajinan tangan sangat tinggi. Maka bisa memberdayakan dan menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan menguntungkan bagi masyarakat desa tersebut.

Hasil dari kerajinan tangan ini biasanya bisa digunakan untuk menghiasi rumah maupun kantor. Misalnya saja seperti anyaman karpet, tempat duduk, cermin hias, dan lain sebagainya.

Usaha Pertamini

Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini masyarakat indonesia sudah banyak yang memiliki kendaraan roda dua maupun roda empat. Terlebih lagi, saat ini sudah ada beberapa desa yang mempunyai objek wisata iconic, sehingga banyak orang kota pulang pergi ke desa tersebut.

Namun, yang menjadi masalah adalah adanya pengguna kendaraan di desa yang masih sulit menemukan ketersediaan bahan bakar mobil dan motor. Jika ada, maka harus menempuh jarak sampai ratusan kilometer.

Kondisi ini bisa kamu jadikan sebagai peluang besar untuk meningkatkan penghasilan masyarakat yang tinggal pada desa tersebut. Kamu bisa coba memulai usaha pertamini dimana di stasiunnya hanya ada satu pengisian seperti halnya di pom bensin.

Itu saja beberapa informasi contoh usaha UMKM di Desa. Semoga bisa bermanfaat!

Bagikan Postingan:

Leave a Comment