10 Gambar Batik yang Mudah Digambar dan Populer

Ada cukup banyak motif batik yang tersebar di seluruh Indonesia, utamanya di Pulau Jawa. Dari berbagai motif batik tersebut, ada beberapa gambar batik yang mudah untuk digambar. Batik yang mudah digambar ini umumnya digunakan untuk mengenalkan batik ke anak-anak.

Selain batik yang mudah digambar, ada juga beberapa motif batik yang amat populer di Indonesia. Saking populernya, beberapa jenis batik ini bahkan memiliki banyak variasi dan memiliki harga yang amat mahal.

Untuk mengetahui apa saja motif batik yang gampang digambar dan yang populer di tanah air, Anda dapat menyimak penjelasan berikut:

Gambar Batik Mudah dan Bagus

Jika ingin belajar membatik, Anda bisa belajar dari menggamba motif batik yang simple terlebih dahulu. Ada 4 motif sederhana yang bisa Anda coba untuk gambar, antara lain:

1. Motif Kawung

Motif Kawung

Motif Kawung merupakan salah satu motif batik yang dinilai paling mudah untuk digambar. Motif ini seringkali digunakan untuk belajar menggambar batik oleh anak SD di buku gambar. Motif ini bergambarkan 4 buah kolang kaling yang disatukan ujung-ujungnya.

Hal tersebut akan nampak seperti huruf “X” atau seperti uang koin kuno yang bagian tengahnya berlubang berbentuk kotak. Batik motif ini banyak berkembang di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Warna yang umumnya digunakan di Motif Kawung adalah cokelat gelap, cokelat muda, hitam, dan putih.

2. Motif Parang

Motif Parang

Motif Parang merupakan motif yang paling sering dijumpai di Indonesia. Motif ini umumnya dapat dijumpai di kain jarik, selendang, blangkon, dan berbagai pakaian berbahan kain lainnya. Motif Parang memiliki gambar sepersi huruf “S” miring yang disambung secara miring.

Baca Juga:  Upgrade: Pengertian, Manfaat, dan Bedanya dengan Update

Hal tersebut membuat kain batik dengan motif ini terlihat seperti kain dengan garis miring dari jarak jauh. Deretan huruf “S” ini umumnya memiliki warna yang cerah, seperti utih atau cokelat muda.

Di luar deretan ini biasanya cenderung berwarna gelap, seperti menggunakan warna cokelat gelap dan hitam. Motif ini memiliki 3 versi, yaitu versi Yogyakara, versi Jawa Tengah, dan versi Jawa Barat.

3. Motif Ceplok

Motif Ceplok

Selanjutnya ada Motif Ceplok yang sering dianggap sebagai Motif Kawung. Berbeda dengan Motif Kawung, motif ini menggabungkan 4 objek yang terlihat seperti kelopak bunga.

Gabungan tersebut disusun secara berulang-ulang untuk membentuk sebuah bentuk atau hanya berupa susunan berulang saja.

Gambar batik ini merupakan salah satu motif batik kuno yang dulunya berkembang di Kotagede, Yogyakarta. Motif Ceplok menggambarkan takdir manusia dan hidup yang teratur.

4. Motif Kerang

Motif Kerang

Gambar batik mudah yang terakhir adalah Motif Kerang yang berkembang di Situbondo. Motif ini berisikan susunan gambar kerang yang teratur dan berulang-ulang. Jenis kerang yang umumnya digambar pada motif ini adalah kerang mahkota, darah, cincin, dan congcong.

Motif ini dapat berkembang di Situbondo karena posisi kota ini yang ada si pesisir Selat Madura. Warna motif ini biasanya menggunakan warna biru laut atau warna cream pasir.

Gambar Batik Paling Populer

Di Indonesia ada cukup banyak motif batik yang populer di kalangan masyarakat. Sebenarnya, Motif Kawung dan Motif Parang juga masuk ke daftar ini.

Behubung keduanya sudah dijelaskan di sub bab sebelumnya, maka sub bab ini berisikan batik-batik populer lainnya yang belum kami sebutkan. Motif-motif populer di Indonesia yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Motif Sogan

Motif Sogan

Yang pertama ada Motif Sogan, yang merupakan motif batik yang cukup banyak ditemui di Yogyakarta dan Solo. Nama batik ini diambil dari nama bahan pewarna batik jenis ini, yang diwarnai dengan sari kayu Soga.

Baca Juga:  Contoh Yel Yel Pendek Semangat untuk Lomba, Dijamin Keren!

Gambar batik ini sendiri mengikuti berbagai motif yang berkembang di lingkungan Keraton Yogyakatra dan Keraton Solo. Kedua daerah ini memiliki warna Motif Soga yang berbeda. Motif Soga asal Yogyakarta cenderung berwarna cokelat gelap, hitam, dan putih.

Sedangkan di Solo, motif ini cenderung berwarna cokelat menyolok dan cokelat. Selain warna utama tersebut, Motif Sogan juga berisikan 5 warna lainnya yang menggambarkan nafsu manusia.

2. Motif Gentongan

Motif Gentongan

Nama dari Motif Gentongan diambil dari tempat pewarnaan dari batik ini, yaitu sebuah gentong gerabah. Batik akan direndam di dalam gentong dalam beberapa waktu yang tergantung dari kebutuhan.

Lama perendaman ini umumnya disesuaikan dengan kebutuhan warna dan tingkat keawetan pewarna. Batik populer asal Madura ini umumnya bergambarkan gambar tanaman dan gambar abstrak.

Warnanya cukup bervariasi, yaitu warna ungu, hijau, merah, atau kuning. Warna-warna ini didapatkan dari kulit pohon mundu dan daun tarom.

3. Motif Mega Mendung

Motif Mega Mendung

Mega Mendung merupakan motif yang paling populer di Kota Cirebon. Motif ini begitu populer akibat desain sederhananya yang unik dan berwarna lembut. Sesuai dengan namaya, motif ini bergambarkan awan seperti saat langit sedang mendung.

Terkadang, motif ini juga diadukan dengan gambar garis lengkung, titik, dan kelopak bunya. Filosofi dari gambar tersebut, yaitu “meskipun sedang emosi, hati diharapkan tetap tenang dan sejuk”.

Warna dari Motif Mega Mendung umumnya berwarna biru. Namun, saat ini sudah banyak ditemui veriasi warna-warna lainnya yang cenderung lebih lembut, seperti hijau muda, merah muda, dan biru muda.

4. Motif Tujuh Rupa

Motif Tujuh Rupa

Selanjutnya ada motif khas Pekalongan yang bernama Motif Batik Tujuh Rupa. Motif ini merupakan hasil akulturasi dari budaya Jawa dengan budaya etnis Tiongkok. Gambar batik ini menggambarkan kekayaan alam dari Pekalongan, yang digambarkan dengan tujuh motif yang berbeda.

Baca Juga:  10 Contoh Cover Proposal Bisnis, Sposor, Kegiatan, Skripsi, dll

Tujuh motif tersebut umumnya berisikan berbagai gambar flora dan fauna, di mana beberapa flora yang ada di motif ini merupakan bunga-bunga yang kerap kali ada di keramik asal Tiongkok. Motif ini memiliki kombinasi warna kontras yang cantik, yang memadukan warna biru, hitam, emas, dan merah muda.

Kombinasi dari ketujuh motif tersebut bermakna kelembutan dan kefasihan. Selain itu Motif Batik Tujuh Rupa menggambarkan kerukunan antar budaya yang terjadi di Pekalongan.

5. Motif Keraton

Motif Keraton

Batik yang berkembang di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta ini umumnya disebut sebagai Motif Keraton. Batik ini merupakan ibu dari berbagai motif batik yang saat ini berkembang di berbagai daerah di tanah air.

Motif Keraton digambar oleh para pembatik profesional yang hidup di lingkungan keraton dan putri-putri keraton. Motifnya sendiri ada banyak, seperti motif Udan Liris, Parang Barong, Rujak Senthe, dan beberapa motif lainnya.

Beberapa motif batik jenis ini hanya bisa digunakan oleh penghuni dari Keraton Yogyakarta dan orang-orang yang dihormati saja. Motif Keraton sendiri berisikan berbagai filosofi hidup yang berasal dari kebudayaan Hindu-Jawa.

6. Motif Simbut

Motif Simbut

Yang terakhir ada Motif Simbut yang merupakan motif buatan Suku Baduy di Banten. Gambar batik ini memiliki warna dasar hitam dengan banyak gambar daun talas berwarna coklat di atasnya. Selain warna cokelat, gambar daun talas ini terkadang diberi warna lain seperti warna biru, oranye, atau hijau.

Terkadang, motif ini dimodifikasi dengan memberikan ranting penghubung setiap daun talas. Akibat dari desainnya, motif buatan Suku Baduy ini memiliki filosofi menenangkan dan sederhana.

Selain 10 gambar batik tersebut, masih banyak motif lainnya yang bisa jadi lebih Anda sukai dari pada motif-motif yang sudah disebutkan di atas. Anda bisa menemukannya ketika melakukan jalan-jalan ke tempat wisata, belanja ke pasar, atau berselancar di internet.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment