Lumut Hati: Struktur Tubuh, Klasifikasi, Habitat, Karakteristiknya

Organisme lumut memiliki banyak spesies, salah satunya adalah lumut hati atau dalam bahasa ilmiah disebut Marchantiophyta. Berdasarkan berbagai penelitian, disebutkan bahwa jenis lumut ini terdiri lebih dari 8.000 spesies. Organisme yang dalam bahasa Inggris disebut liverwort ini juga memiliki beberapa peran.

Sebenarnya, liverword dimasukkan ke dalam divisi Bryophyta sehingga sejajar dengan jenis lumut lainnya. Namun, jenis lumut ini memiliki struktur menyerupai akar, daun, dan batang. Tak heran jika akhirnya jenis lumut ini dikelompokkan ke dalam tumbuhan peralihan.

Artinya lumut ini merupakan organisme peralihan dari tumbuhan bertalus (Thallophyta) ke tumbuhan dengan struktur sejati (Cormophyta). Beberapa fakta filogenik sudah ditemukan para peneliti sehingga tidak ragu memasukkan lumut ini ke dalam divisi tersendiri, yaitu Marchantiophyta.

Apa Itu Lumut Hati (Marchantiophyta)?

Apa Itu Lumut Hati (Marchantiophyta)_

Berdasarkan informasi dari Britannica, disebutkan bahwa Marchantiophyta adalah organisme peninggalan purbakala. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil jenis lumut ini yang pada saat itu disebut kriptospora. Dinamakan demikian karena strukturnya yang mirip dengan spora pada jamur.

Penemuan fosil lumut ini terjadi di Argentina, khususnya pada wilayah batuan purbakala berumur 471 juta tahun.

Struktur Tubuh

Struktur Tubuh

Organisme ini disebut lumut hati karena bentuk tubuhnya yang sekilas menyerupai lobus hati, namun tetap dapat dibedakan. Hal ini berbeda dengan struktur batang dan daunnya yang sebenarnya hampir tidak bisa dibedakan.

Akar jenis lumut ini terdiri dari benang-benang rizoid yang berfungsi untuk menempelkan tubuhnya ke substrat alami, misalnya kayu dan batu. Tidak seperti tanaman biasanya, Marchantiophyta tidak memiliki stomata. Jenis lumut ini menghasilkan spora yang permukaannya tidak berpembuluh.

Adapun habitat asli lumut ini sendiri sebenarnya bisa ditemukan di berbagai belahan dunia. Namun, untuk wilayah tropis paling mudah ditemukan karena liverwort sangat betah di tempat dengan kelembaban cukup tinggi.

Klasifikasi Lumut Hati (Marchantia Polymorpha)

Klasifikasi Lumut Hati (Marchantia Polymorpha)

Lumut yang memiliki manfaat bagi lingkungan ini dalam bahasa ilmiah disebut juga dengan Marchantia polymorpha. Adapun klasifikasinya dalam dunia tumbuhan bisa disimak dalam data sebagai berikut.

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Marchantiophyta
  • Kelas: Hepaticopsida
  • Ordo: Marchantiales
  • Famili: Marchantiaceae
  • Genus: Marchantia
  • Spesies: Marchantia polymorpha L

Habitat

Habitat

Sebenarnya, dimana Marchantia polymorpha bisa hidup dan berkembang biak? Perlu diingat bahwa jenis lumut ini sangat menyukai tanah yang lembab, teduh, dan bebatuan. Biasanya organisme ini dapat ditemukan dengan mudah di tepi sungai, kolam, rawa-rawa, dan gundukan pasir.

Ciri-Ciri Lumut Hati

Ciri-Ciri Lumut Hati

Ketika mempelajari suatu organisme, penting untuk memahami karakteristiknya. Tak terkecuali untuk jenis lumut ini karena divisinya memang dibedakan dibanding lumut pada umumnya (Byrophyta). Adapun beberapa karakteristik yang dimiliki liverwort adalah sebagai berikut.

  • Daun berwarna hijau tua
  • Pangkal daun tampak rata dan tumpul
  • Tepi daun bercabang dan bergelombang
  • Permukaan daun tebal, kaku, halus, dan memiliki garis hitam
  • Memiliki pori-pori yang mencolok

Cara Reproduksi

Cara Reproduksi

Sebenarnya, bagaimana proses reproduksi organisme Marchantiophyta? Pada dasarnya, perbanyakan jenis lumut yang memiliki akar ini secara seksual dan aseksual. Cara reproduksi aseksual dilakukan dengan menyebarkan spora ketika kotak spora pecah.

Sementara itu, cara reproduksi seksual lumut ini dilakukan dengan mempertemukan sel lumut jantan dan betina. Untuk lebih jelasnya, berikut ini enam tahapan reproduksi aseksual yang terjadi pada Marchantiophyta.

  1. Fragmentasi (lumut mulai bercabang bagian talusnya)
  2. Pembentukan kuncup gemma
  3. Tunas cabang mulai terbentuk
  4. Bagian umpi mulai terlihat
  5. Ujung talus menebah
  6. Daya regenerasi

Manfaat Lumut Hati

Manfaat

Ukuran lumut hati memang kecil dan mudah ditemukan pada area yang lembab. Tidak jauh berbeda dengan jenis lumut lainnya, Marchantiophyta juga memiliki beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut.

1. Dekorasi Aquascape

Bagi yang memiliki hobi aquascape, pastinya akan merasa senang dengan keberadaan lumut ini. Bagaimana tidak, bentuknya yang unik membuat area akuarium semakin cantik. Terlebih jika Anda mengoleksi beberapa ikan hias, maka pemandangan akuarium akan semakin memikat.

Hal ini karena lumut hati adalah organisme yang mudah bersimbiosis dengan berbagai jenis tanaman di sekitarnya. Bagi yang memiliki aquascape khusus air asin, maka menambahkan jenis lumut ini sebagai dekorasi bisa jadi pilihan tepat.

Beberapa penelitian menyebutkan keberadaan lumut jenis ini sangat bagus untuk ekosistem perairan. Hal ini karena tanaman air di sekitarnya akan lebih terjaga, begitu pula dengan ikan-ikan di dalamnya.

2. Sebagai Bahan Campuran Pestisida Alami

Meskipun ukurannya kecil, namun Marchantiophyta memiliki kegunaan yang luar biasa. Bagaimana tidak, lumut ini memiliki sejumlah kandungan yang membuatnya dijadikan pestisida alami. Lumut hati mengandung antijamur, antivirus, dan antibakteri.

3. Penangkal Racun Gigitan Ular

Selain bisa sebagai campuran pestisida alami, jenis lumut ini juga mengandung anti racun sehingga bisa mengatasi gigitan ular berbisa. Di beberapa daerah, liverwort dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit kronis.

Mulai dari hepatitis sampai dengan masalah gangguan empedu sehingga penggunaan lumut ini bisa jadi alternatif.

4. Membantu Pelapukan Batuan

Pada dasarnya, jenis lumut yang berkembang biak di daerah lembab ini bisa menyediakan sumber makanan bagi hewan. Tidak hanya itu, Marchantiophyta juga membantu pelapukan batuan.

Hal ini karena kemampuannya yang bisa mempertahankan kelembaban di lingkungan atau habitatnya. Di beberapa tempat, lumut ini juga bisa membantu pembusukan kayu agar lebih cepat.

5. Menahan Erosi Tanah

Ukuran lumut ini memang kecil, namun jika jumlahnya banyak akan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Salah satunya adalah mampu menahan laju erosi tanah sehingga bencana alam satu ini bisa ditekan terlebih dahulu.

Peran lumut pada pengikisan tanah sangat penting bagi lingkungan. Kehadiran lumut bisa menyerap air dengan baik dan tanah pun terjaga kepadatannya. Tak heran jika area tanah yang ditutupi lumut tidak mudah mengalami erosi.

Tidak hanya mencegah erosi, keberadaan lumut ini juga bisa mengurangi bahaya banjir. Bagaimana tidak, lumut berperan dalam upaya pencegahan berbagai bencana alami. Hal ini karena air hujan yang turun diserap secara signifikan oleh tumbuhan yang berada di divisi Marchantiophyta tersebut.

6. Meningkatkan Sumber Air

Siapa sangka, peranan lumut hati juga bisa meningkatkan sumber air. Terutama ketika musim kemarau datang, maka lumut bisa menunjukkan perannya dengan cukup baik. Musim kemarau memang berpotensi mendatangkan kekeringan sehingga ketersediaan air bisa berkurang.

Lumut bisa membantu mengatasinya karena tumbuhan ini bisa membantu proses penyerapan air agar menjadi lebih baik. Dengan demikian, meski musim kemarau datang pun, ketersediaan air tetap terjaga.

Apakah Marchantiophyta Memiliki Biji?

Apakah Marchantiophyta Memiliki Biji_

Tidak sedikit yang ingin mengetahui apakan tanaman lumut ini memiliki biji atau tidak. Pada dasarnya, Marchantia polymorpha merupakan tanaman penutup, terutama di wilayah subtropis.

Tak heran jika jenis lumut ini memiliki cabang yang bisa tumbuh mencapai 4 inci. Pada cabang tersebut, lumut jenis ini tidak menghasilkan bunga ataupun biji.

Lumut hati adalah organisme berukuran kecil yang senang berada di tempat lembab. Organisme yang termasuk ke dalam divisi Marchantiophyta ini memang memiliki sejumlah peranan yang baik bagi lingkungan. Tumbuhan lumut ini memiliki struktur berbeda dibanding jenis lumut lain di divisi Byrophyta.

Bagikan Postingan: