Contoh Cerita Pendek Singkat dengan Struktur& Unsur Intrinsik

Cerita pendek atau yang lebih sering disebut sebagai cerpen merupakan salah satu karya sastra yang begitu banyak digemari orang. Memiliki sisi menghibur dengan dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana menjadikan banyak orang mencari contoh cerita pendek singkat untuk berbagai kebutuhan.

Mulai dari untuk menyelesaikan soal di sekolah hingga digunakan sebagai inspirasi dan ide, cerpen pun semakin populer seiring waktu. Walau ditulis berdasarkan kisah fiktif dan disampaikan dengan cara yang begitu singkat, cerita pendek juga memiliki struktur serta unsur-unsur intrinsik di dalamnya.

Untuk mengetahui hal-hal tersebut lebih lanjut, Anda bisa menyimak penjelasan serta beberapa contoh cerita pendek singkat yang sudah dilengkapi dengan unsur intrinsiknya berikut ini!

Pengertian, Unsur, dan Struktur Cerita Pendek

Pengertian, Unsur, dan Struktur Cerita Pendek

Cerita pendek atau cerpen adalah suatu cerita dengan alur yang relatif cepat serta penyelesaian konflik tidak bertele-tele. Umumnya, cerpen akan selesai dibaca dalam waktu 10 sampai 30 menit saja karena hanya berisi 500-10.000 kata.

Dalam beberapa contoh cerita pendek singkat, Anda akan menemukan berbagai genre serta tema yang ada. Namun umumnya, tema yang sering diusung adalah seputar kehidupan manusia dengan tokoh serta latar yang sudah dikarang sedemikian rupa agar sisi keindahan cerita bisa tetap menonjol.

Adapun ciri paling khusus yang terdapat dalam cerpen adalah karakter yang cenderung berjumlah kecil. Sementara itu, unsur-unsur yang terkandung didalamnya meliputi tokoh, tema, penokohan, alur, plot, latar, sudut pandang, serta amanat.

Untuk strukturnya, cerita pendek terdiri dari pengenalan (orientasi), rangkaian peristiwa, konflik, serta pemecahan masalah. Lebih lengkapnya, simak beberapa poin penjelasan berikut:

1. Orientasi

Cerita pendek umumnya akan diawali dengan pengenalan tokoh, karakter-karakternya, latar, hingga hubungan setiap tokohnya. Hal ini bisa disebut sebagai orientasi atau pengenalan awal cerita.

Baca Juga:  Kata Kerja Mental: Pengertian, Bentuk, Ciri & Contohnya

2. Rangkaian Peristiwa

Setelah pengenalan, maka cerita akan berlanjut dengan berbagai peristiwa untuk memperdalam karakter serta penokohan. Rangkaian peristiwa juga ada untuk memberikan alasan awal mengapa konflik nantinya tercipta.

3. Konflik

Konflik adalah unsur yang wajib ada dalam cerita. Hal ini karena pembaca akan tertarik pada konflik yang ada serta penasaran dengan penyelesaiannya. Setelah serangkaian peristiwa, cerita akan memuncak pada pergolakan tokoh utama sehingga tercipta konflik.

4. Pemecahan Masalah

Setelah konflik memuncak, maka selanjutnya adalah menunjukkan resolusi atau pemecahan masalah. Dibagian ini, cerita akan sampai pada bagian akhirnya karena masalah utama yang dihadapi oleh para tokoh di dalamnya sudah terselesaikan entah dengan ending yang happy, sad, ­atau menggantung.

Contoh Cerita Pendek Singkat dan Strukturnya

Setelah mengetahui pengertian hingga struktur cerita pendek secara umum, Anda bisa langsung menyimak kumpulan cerpen singkat dan menarik berikut untuk semakin memahaminya!

1. Contoh Cerita Pendek Singkat: Tema Inspiratif

Contoh Cerita Pendek Singkat- Tema Inspiratif

(Orientasi)

Jo adalah sosok pemuda yang amat pekerja keras. Dia menghabiskan seluruh hidupnya sendirian tanpa orang tua karena tumbuh di panti asuhan. Walau tidak pernah menyalahkan kedua orang tuanya, tidak bisa dipungkiri bahwa otaknya kerap memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi di masa lalu.

(Rangkaian Peristiwa)

Setelah berumur  15 tahun, Jo terpaksa harus meninggalkan rumah yang telah menampung hidupnya sejak masih bayi merah. Ini karena regulasi yang memang sudah diterapkan sejak lama oleh panti asuhan tersebut.

Sekarang dia benar-benar sendiri. Menghabiskan waktunya bekerja keras untuk belajar serta mencari uang untuk sekolah serta kebutuhannya sendiri. Jo yang menyadari bahwa dia berbakat memasak, mulai menjual jajanan-jajanan ringan di sekolahnya.

(Konflik)

Menghabiskan waktunya untuk bekerja keras, Jo tiba di titik krisis dalam hidupnya. Dia sempat tidak masuk sekolah selama beberapa hari, menghabiskan waktu termenung dan menangis tersedu di pojokan kamar sempitnya.

Baca Juga:  Ukuran B4 dan Seri Lainnya dalam Inch, Cm, dan Mm

Ya, kapan hari dia dipanggil oleh kepala sekolah terkait kegiatannya berjualan jajanan di sekolah. Sejak hari itu, dia sudah tidak berjualan lagi dan fokus belajar saat berangkat ke sekolah.

Namun bukan itu permasalahannya. Jo merasa putus asa dengan hidupnya. Rapornya menunjukkan nilai yang sangat pas-pas an terlepas dari kerja kerasnya belajar sampai semalaman. Jualannya pun terhenti karena tidak mendapat izin.

Lantas, karena tidak memiliki pemasukan, dia terpaksa putus sekolah. Tidak ada yang berniat mengulurkan bantuan beasiswa atau semacamnya karena memang otaknya yang pas-pas an.

(Resolusi)

Seminggu terpuruk dengan keadaan, Jo mulai bangkit demi memikirkan cita-citanya yang ingin bertemu dengan orang tua kandungnya dan berdamai dengan masa lalu. Dia mulai menciptakan resep masakan unik yang sekiranya saat itu belum ada di pasaran.

Zonk. Jualannya sepi, dan dia harus pulang dengan tangan kosong. Namun tidak putus asa, Jo memikirkan solusi atas masalahnya. Dia pun membuat tulisan besar-besar tentang produknya di papan yang ditemukan di belakang kontrakan.

Seminggu berlalu, dagangan Jo mulai dibicarakan orang-orang. Rasanya begitu nikmat dan khas dengan tampilan yang bersih dan menggoda walau sederhana.

Lima tahun berlalu, apa yang terjadi? Jo saat ini memiliki 10 restoran yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Dia juga membangun beberapa panti asuhan serta rajin menyumbang dana-dana untuk pada siswa kurang mampu. Walau terjatuh bangun, semangat dan usaha pasti akan membuahkan hasil.

2. Contoh Cerita Pendek Singkat: Tema Fantasi

Contoh Cerita Pendek Singkat- Tema Fantasi

(Orientasi)

BUM! Shomad dan Zulki serasa terpental dengan keras ke tanah. Setelah menutup mata reflek karena kejadian tiba-tiba itu, mereka berdua akhirnya menyadari bahwa tubuhnya tidak merasakan sakit sedikitpun.

Baca Juga:  10 Komponen Peta Beserta Penjelasannya

“Apa yang terjadi, Zul?”

“Mana aku tahu juga, Mad. Lihat, ada motor ungu kesayanganmu. T-tapi, kan Mad…,” Zul tergagap saat menyadari sesuatu.

“Ini itemku yang ada di game Zul! Kita masuk dunia game?”

Keduanya pun berjalan menyusuri are aneh tersebut sembari gemetar dan berpegangan tangan.

(Rangkaian Peristiwa)

Sama seperti game yang dimainkannya, dalam dunia tersebut terdapat beberapa kendaraan dengan bentuk yang sangat unik namun begitu keren. Zulki dan Shomad berbinar demi melihat semua hal itu, rasa takutnya perlahan memudar karena kagum.

Mereka berdua tidak menyadari akan bahaya yang sebenarnya akan terjadi.

(Konflik)

“Awas Mad!!”

WUSS!

Zulki menarik Shomad tepat waktu. Baru saja nyawa temannya itu hampir melayang karena mobil dengan ban besar yang barusan melaju dengan kecepatan tertinggi. Alangkah terkejutnya mereka saat menyadari bahwa di belakang masih terdapat banyak kendaraan yang akan melaju.

“Mati kita Zul!”

(Resolusi)

Zul menggeleng, berusaha memutar otaknya sembari memejamkan mata.

“Ayo cepat pikir, Mad, kira-kira apa yang tadi membuat kita masuk dalam dunia ini. Kita pasti bisa kembali.”

Shomad juga ikut berpikir keras seiring beberapa kendaraan yang melaju begitu cepat ke arahnya. Tangannya meremas sakunya dengan cemas. Lantas, matanya terbuka berbinar.

“Pegang bahuku, Zul!”

BUM!

Zulki dan Shomad terhentak di kursi empuk yang tadi mereka gunakan untuk bermain game. Keduanya masih mengatur nafas yang memburu. Saling berpandangan dan masih tidak percaya akan apa yang terjadi, Shomad pun mengangkat tangannya.

Jemarinya masih menekan tombol power di remot game miliknya. Itulah yang membuat mereka berdua bisa kembali ke dunianya.

Contoh cerita pendek singkat diatas adalah contoh terbaru yang telah mengandung unsur intrinsik serta struktur-struktur yang diperlukan dalam membuat cerpen. Adapun jika Anda ingin membuat cerpen sendiri, maka jangan lupa untuk memperhatikan ketentuannya seperti yang sudah dijelaskan, ya!

Leave a Comment