Apa Itu Kerjasama : Jenis-jenis, Manfaat, dan Tujuannya

Bagi Anda yang masih duduk di bangku sekolah, pertanyaan tentang apa itu kerjasama pasti sering Anda dengar. Entah itu dari guru, buku pelajaran, atau soal ujian asti pernah menanyakan hal ini pada Anda. Supaya Anda bisa memahami arti kerjasama, simak penjelasan lengkapnya seperti yang tertera di bawah ini!

Arti Kerjasama Menurut Ahli

Apa Itu Kerjasama : Jenis-jenis, Manfaat, dan Tujuannya

Pertanyaan ini pasti sering Anda dapatkan ketika sekolah. Meski terdengar sepele, namun Anda tak boleh mengabaikannya. Jangan sampai Anda memahami arti kerjasama dalam artian yang salah. Pahami artinya secara benar seperti yang dijelaskan oleh para ahli berikut ini.

 1. Menurut Pamudji, definisi kerjasama bisa diartikan dengan usaha yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, terjadi interaksi di antara individu tersebut, hingga tujuan yang diinginkan tercapai.

Di dalam kerjasama, terdapat tiga unsur penting yang membentuk kerjasama, yaitu ada individu yang terlibat, pada interaksi yang terjadi, dan ada tujuan yang dicapai. Jika ketiga unsur ini ada, maka usaha yang dilakukan tersebut bisa disebut kerjasama.

2. Berbeda dengan Pamudji, seorang ahli Charles H. Cooley berpendapat bahwa kerjasama bisa terjadi kalau beberapa orang sadar bahwa mereka punya kepentingan atau kebutuhan yang sama satu dengan yang lainnya. Bukan hanya sadar atas kepentingan bersama, seorang individu yang ingin bekerjasama juga harus menyadari kepentingannya sebagai individu untuk dipenuhi ketika menjalin kerjasama tersebut.

3. Kemudian ada seorang ahli bernama Rosen yang berpendapat jika kerjasama merupakan usaha yang efisien untuk mencapai kualitas terbaik, khususnya di konteks jual beli, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi kerjasama di bidang lainnya selain ekonomi.

4. Kemudian ada pula Thomson dan Perry yang berpendapat bahwa kerjasama merupakan usaha atau tingkah laku yang memiliki koordinasi dalam tingkatan dan tahapan yang berbeda hingga tercapai suatu kolaborasi yang disebut kerjasama.

5. Selanjutnya ada pendapat dari Tangkilisan. Beliau mengartikan kerjasama sebagai kekuatan yang muncul dari sekumpulan orang yang tergabung dalam sebuah organisasi, hingga menghasilkan suatu keputusan yang mempengaruhi keputusan organisasi.

Lantas, apa itu kerjasama? Secara umum, kerjasama bisa diartikan sebagai usaha atau perilaku yang dijalin oleh dua orang atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan dan tujuan bersama.

Jenis-jenis Kerjasama yang Ada di Bidang Ekonomi dan Bisnis

Apa Itu Kerjasama : Jenis-jenis, Manfaat, dan Tujuannya

Kerjasama merupakan hal yang umum dilakukan dalam dunia bisnis dan ekonomi. Tak jarang kerjasama dijalin oleh individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Definisi apa itu kerjasama sudah dijelaskan sebelumnya. Sekarang mari membahas tentang jenis-jenis kerjasama di dunia bisnis yang wajib Anda ketahui.

  • Perjanjian

Perjanjian merupakan salah satu bentuk kerjasama yang paling gampang ditemukan dan mudah untuk dilakukan. Definisinya adalah bentuk pertukaran barang atau jasa yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Perjanjian ini bisa dilakukan dengan atau tanpa surat perjanjian.

Bila dilakukan tanpa surat perjanjian, maka perjanjian tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang menaungi suatu perjanjian apabila terjadi suatu perselisihan. Oleh sebab itu, sebaiknya perjanjian dilakukan dengan cara hitam di atas putih.

  • Jenis kerjasama selanjutnya adalah kooptasi

Kooptasi merupakan penyerahan atau penerimaan yang dilakukan untuk mengganti kepemimpinan dalam suatu organisasi. Kooperasi dilakukan dengan tujuan menghindari konflik atau kekacauan dalam organisasi tersebut.

Selain itu, kooptasi dilakukan agar bagian internal dari suatu organisasi atau kelompok tetap stabil setelah terjadinya perubahan.

  • Jenis kerjasama lainnya adalah joint venture.

Kerjasama ini terjadi apabila dua orang atau sebuah kelompok melakukan projek kolaborasi. Biasanya, kerjasama ini akan berakhir setelah kolaborasi yang dilakukan antar pihak selesai. Misalnya, kerjasama menjadi brand ambassador suatu perusahaan yang akan berakhir apabila kontrak kerjanya berakhir.

  • Berikutnya ada kerjasama bagi hasil.

Kerjasama ini biasa dilakukan oleh mitra atau perusahan kecil yang baru merintis seperti UMKM. Di dalam bagi hasil ada pihak yang bertugas menjadi pemilik modal atau penanam modal, dan pihak yang menjadi mitra tanpa memiliki modal.

Meski ada perbedaan tugas dan tanggung jawab di antara kedua pihak, namun sistem keuntungan yang dibagi sama besar alias 50:50.

  • Kemudian ada lagi kerjasama berbentuk waralaba.

Bentuk kerjasama ini mudah ditemukan dimana-mana karena keuntungan yang diperoleh juga menggiurkan. Sistem waralaba ini memanfaatkan merk dagang atau IP (Intellectual Property) untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Sistem kerjasama ini menggunakan jalur pendistribusian pada konsumen dengan memakai merk dagang dari suatu brand atau perusahaan terkenal.

Pihak yang memiliki merk dagang tersebut akan memberikan hak merknya kepada pemilik usaha yang menggunakan merk dagang miliknya. Usaha yang sering menggunakan jenis kerjasama ini biasanya produk makanan, minuman, supermarket, atau toko.

Manfaat Kerjasama

Apa Itu Kerjasama : Jenis-jenis, Manfaat, dan Tujuannya

Jika sudah paham dengan apa itu kerjasama dan jenis-jenis kerjasama dalam dunia bisnis, selanjutnya adalah membahas tentang manfaatnya. Ada banyak manfaat kerjasama, berikut ini adalah diantaranya:

1.  Manfaat kerjasama yang pertama adalah dapat meningkatkan persentase jumlah keuntungan yang didapat. Dengan melakukan kerjasama, maka jumlah keuntungan yang semula hanya 50% bisa bertambah menjadi 75% atau bahkan 100%.

Apalagi di zaman seperti sekarang, persaingan antar individu atau kelompok yang pengusaha yang bekerja di bidanga yang sama sudah tidak lagi dilakukan.

Malahan, melakukan kerjasama atau kolaborasi lebih lazim dilakukan. Selain untuk mendapatkan untung dari segi uang, kolaborasi juga bisa menciptakan hubungan timbal balik yang membuat usaha kedua belah pihak semakin maju.

2. Kolaborasi atau kerjasama bisa merangsang munculnya ide-ide unik dan kreatif. Di era industri 5.0 seperti sekarang kolaborasi sangat dibutuhkan untuk memunculkan ide unik dan kreatif. Kreativitas sangat diperlukan di era seperti sekarang untuk menarik minat konsumen membeli produk yang ditawarkan.

Ketika dua orang atau kelompok berkolaborasi, maka akan terjadi pertukaran ide dan gagasan yang semakin memperkaya produk yang akan dikembangkan. Bukan hal yang mustahil bila nantinya tercipta produk atau ide-ide segar yang unik, sehingga memberi ciri khas tersendiri bagi merk dagang Anda.

3. Selain itu, kerjasama juga bisa menjadi sarana untuk mengenal satu sama lain. Ketika kerjasama dilakukan, maka Anda akan mendapat networking baru yang bisa berguna di masa depan.

Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada Anda atau bisnis Anda beberapa tahun lagi, dengan menjalin kerjasama, setidaknya Anda bisa meminimalisir terjadinya kemungkinan buruk karena Anda punya dukungan sistem yang bagus, yaitu orang-orang yang Anda ajak kerjasama. Siapa tahu, melalui orang-orang ini Anda bisa mengembangkan bisnis ke kancah yang lebih luas dari sebelumnya.

4. Manfaat yang terakhir adalah dapat meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan. Bagi Anda yang menjalankan bisnis lokal, kerjasama akan memunculkan rasa kekeluargaan dan saling memiliki antara para pemilik usaha yang bekerjasama.

Dengan begitu, bisnis yang dijalankan pun akan berjalan lancar sebab kemungkinan konflik yang akan terjadi bisa diminimalisir dengan terciptanya rasa kekeluargaan dan persatuan ini.

Itulah pembahasan tentang apa itu kerjasama, semoga Anda dapat memahaminya dan mengaplikasikannya dengan baik dan benar.