Distribusi Pada Usaha Konveksi
Edukasi, Umum

Coba Jelaskan Secara Singkat Distribusi Pada Usaha Konveksi, Bisa?

Distribusi merupakan kegiatan yang menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Gitosudarmo mendefinisikan distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirimkan serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen.

Oleh karena itu maka diperlukan adanya penyalur. Sedangkan Menurut Griffin dan Ebert, mereka memberikan definisi tentang saluran distribusi sebagai berikut : Saluran distribusi kombinasi saluran saluran distribusi untuk menyampaikan produk perusahaan ke para pengguna akhir.

Saluran distribusi yang digunakan adalah suatu struktur yang menggambarkan alternatif saluran yang dipilih oleh para produsen seperti: pedagang besar, agen, dan pengecer. Jadi, Berdasarkan penjelasan di atas, jika kamu diminta jelaskan secara singkat tentang distribusi pada usaha konveksi, kamu sudah paham bukan.

Tujuan Kegiatan Distribusi

Tujuan dari kegiatan distribusi adalah untuk menunjang peningkatan  volume penjualan, sehingga untuk memasarkan produk dapat berjalan dengan lancar dan aman, maka perusahaan akan menerapkan dan menggunakan sistem distribusi yang tepat.

Penerapan sistem distribusi adalah sangat penting untuk perusahaan dalam memasarkan produknya, karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan distribusi.

Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam sistem distribusi yang mereka lakukan, termasuk sistem distribusi dalam usaha konveksi.

Namun tentu ada beberapa strategi yang paling tepat digunakan untuk memasarkan produk usaha tertentu, tidak terkecuali pada usaha konveksi.

Distribusi usaha konveksi Harus dimulai pada produksi barang

Kamu tentu heran dan bertanya-tanya, mengapa alur distribusi pada perusahaan konvensi harus dimulai pada proses produksi. Salah satu strategi kunci dalam pemasaran yang paling umum adalah memberikan pelayanan yang optimal kepada para konsumen.

Baca Juga:   Pengertian Kewajiban Asasi Manusia Menurut Muladi

Pelayanan optimal bukan hanya dari sisi penjualan barang yang sudah jadi, tetapi juga mencakup kepada pemenuhan pesanan yang datang. Jika menyangkut pemenuhan pesanan, maka hal pertama yang harus dibenahi adalah sistem produksi dari barang tersebut.

Sistem produksi bisa mencakup kepada pemilihan bahan terbaik, kualitas jahitan yang baik, dan model-model yang diproduksi adalah model-model yang banyak diminta oleh pasar. Jika sistem produksi telah dibenahi, maka selanjutnya adalah proses pemasaran.

Perusahaan konvensi harus memilih sistem pemasaran yang mereka gunakan. Sebab, dengan sistem pemasaran yang tepat, maka secara tidak langsung akan memotong jalur distribusi yang apabila jalur distribusi bisa dipotong dengan baik, maka akan berpengaruh kepada harga yang akan ditawarkan kepada konsumen akhir.

Ada banyak sistem pemasaran yang bisa dipakai oleh perusahaan. Salah satunya adalah marketing mix. Marketing mix merupakan salah satu strategi dalam pemasaran

modern pada saat sekarang ini. Konsep yang dipakai dalam marketing mix sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit. Marketing Mix memperhatikan empat variabel atau kegiatan dalam lingkup operasinya, yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.

Produk yang tepat dan harga yang bersaing akan sangat diminati oleh konsumen jika produk tersebut dipasarkan di tempat yang tepat dan menggunakan sistem distribusi yang tepat pula.

Namun, proses pemasaran produk dari sebuah perusahaan konvensi juga tergantung dari jenis distribusi apa yang dipakai oleh perusahaan tersebut.

Jika kamu diminta secara terperinci untuk jelaskan secara singkat tentang distribusi pada usaha konveksi tentu kamu masih bingung. Supaya kamu tidak bertanya-tanya lagi, yuk simak kelanjutan artikel ini.

Distribusi langsung

Saluran distribusi langsung merupakan suatu metode penyampaian barang secara langsung dari perusahaan, kepada konsumen akhir tanpa menggunakan jasa perantara. Distribusi ini erat kaitannya dengan transportasi karena transportasi merupakan sarana pemindahan fisik dari satu tempat ke tempat lainnya

Baca Juga:   Pengertian Kewajiban Asasi Menurut A. J. M. Milne

Kamu perlu tahu, di era teknologi 4.0 secara tidak langsung kamu telah terlibat dalam distribusi langsung. Kamu tentu pernah berbelanja online di marketplace bukan.

Pada platform marketplace tersebut telah berkumpul berbagai macam penjual, baik itu agen, pengencer, atau bahkan produsen langsung dari produk yang kamu beli. Ciri-ciri untuk mengetahui apakah penjual tersebut adalah produsen langsung atau agen dan pengecer adalah model produk yang mereka jual.

Jika produk tersebut hanya dijual oleh penjual tersebut, maka berkemungkinan besar penjual tersebut adalah produsen langsung dari produk tersebut. Maka bisa dipastikan produsen tersebut memakai metode distribusi langsung dalam sistem distribusi produknya.  Namun, tentu dalam metode ini ada kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihannya:

  • Dapat langsung berhubungan dengan pelanggan, sehingga perusahaan bisa mengetahui produk yang diminati konsumen,
  • Harga produk lebih murah karena dibeli secara langsung dari produsen.

Kekurangannya:

  • berpotensi merusak harga pasar dari produk sejenis
  • memutus jalur perekonomian karena tidak membutuhkan agen atau pengecer untuk memasarkan produk.

Distribusi tidak langsung

Saluran distribusi tidak langsung merupakan suatu metode penyampaian  barang dari perusahaan ke tangan konsumen akhir melalui jasa perantara baik agen atau pengecer. Perusahaan menggunakan metode ini untuk mencapai pasar yang jauh dan berada di luar akses yang bisa dijangkau oleh metode langsung.

Kamu tentu paham, tidak semua masyarakat Indonesia yang melek teknologi. Nah, untuk mencapai potensi pasar pada masyarakat tersebut dibutuhkan agen atau pengecer. Kamu bisa melihat jalur distribusi tidak langsung adalah sebagai berikut :

  • Produsen Agen Pengecer Konsumen

Disini produsen memilih agen sebagai penyalurnya sebagai perwakilan perusahaan di sebuah tempat atau wilayah pemasaran tertentu. Lalu, para pengencer yang ingin menjual produk dari perusahaan bisa menghubungi agen untuk mendapatkan produknya.

  • Produsen Agen Pedagang Besar Pengecer Konsumen
Baca Juga:   Jenis Usaha Perseorangan Dan Jenis Usaha Kelompok

Metode ini adalah metode yang mencakup wilayah pemasaran yang sangat besar dan kompleks. Sebab, setelah ada perwakilan perusahaan di satu wilayah pemasaran tertentu, maka akan ada lagi perwakilan pada sub wilayah tersebut. Para pengencer jika ingin mendapatkan produk, hanya bisa melalui para pedagang besar.

Setiap metode pemasaran tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak terkecuali pada sistem distribusi ini.

Adapun kelebihan distribusi tidak langsung adalah:

  • Perusahaan dapat menjangkau konsumen yang tempatnya relatif jauh
  • produsen tidak perlu mendatangi konsumen, namun dapat mengirim produk melalui agen yang menyalurkan kepada konsumen.

Sedangkan kekurangannya adalah:

  • harga produk relatif lebih tinggi, dan jika ada kompetitor yang menjual produk sejenis dengan harga yang lebih murah, maka produk bisa tidak laku terjual
  • keluhan konsumen pada produk akan sangat lama di proses, sebab akan melibatkan pihak secara bertingkat.

Demikianlah penjelasan dari sistem distribusi perusahaan konveksi. Sekarang jika kamu diminta untuk jelaskan secara singkat tentang distribusi pada usaha konveksi, kamu tidak perlu pusing lagi, sebab secara teori, sistem distribusi pada berbagai macam industri atau perusahaan tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada sistem pemasaran yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × one =