Cara Membuat Local Disk D pada Windows 10, Lengkap dengan Fungsinya

Tahukah kamu membuat local disk D ternyata sangat penting. Saat kita pertama kali membeli laptop pada penyimpanan data di dalamnya hanya terdapat satu partisi saja, yaitu local disk C yang berisi aplikasi atau software alias sistem pada Windows, juga beberapa dokumen download yang telah terinstal pada laptop.

Tentunya sebagai pengguna, kita menginginkan partisi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kategori file yang kita inginkan. Terlebih lagi data pada local disk C rawan hilang apabila laptop tiba-tiba error. Kalau sudah begitu, otomatis semua data yang kita simpan di local disk C pun akan ikut lenyap tanpa sisa.

Fungsi Local Disk D

Mengapa kita harus membagi penyimpanan laptop menjadi beberapa partisi? Selain untuk memudahkan pengguna dalam mengkategorikan file, local disk D dapat melindungi file-file penting yang kita miliki saat terjadi masalah pada laptop sehingga ketika hendak meriset atau menginstal ulang Windows, file-file penting tersebut tidak ikut terhapus.

Oleh sebab itu, sebaiknya kamu membagi penyimpanan pada laptop dengan membuat local disk D. Jadi local disk C khusus untuk sistem Windows sementara local disk D bisa kamu isi dengan dokumen pekerjaan, tugas kuliah/sekolah ataupun dokumen lainnya.

Keuntungan Partisi pada Hardisk

Apakah kamu baru saja membeli laptop baru? Apakah kamu bingung apakah akan melakukan partisi atau tidak? Kamu perlu menyimak ulasan mengenai keuntungan melakukan partisi pada penyimpanan laptop berikut ini, di antaranya :

1. Mempercepat kerja hardisk. 

Melakukan partisi pada laptop sangat berpengaruh terhadap kinerja hardisk. Semakin besar ukurannya maka akan semakin lama kerjanya, begitu pula sebaliknya. Ibarat kata seperti kita sedang mencari sesuatu di sebuah ruangan.

Baca Juga:  Cara Setting Indihome Router ZTE F609 untuk Dijadikan Titik Akses

Mencari benda di ruangan yang lebih kecil sudah pasti jauh lebih mudah ketimbang mencari di ruangan besar, bukan? Sama halnya dengan partisi hardisk. Dengan membaginya pada local disk D, maka semakin cepat pula kerja hardisk kamu.

2. Dapat menyimpan lebih dari satu operating system sekaligus dalam satu hardisk.

Dengan melakukan partisi pada hardisk, kamu bisa menyimpan lebih dari satu operating system sekaligus. Misalnya kamu ingin menginstal sistem windows dan linux. Hal itu dapat dilakukan karena file sistem di dalam sebuah hardisk dari semua partisi tidak harus sama. Misalnya partisi pertama kamu menyimpannya dengan format NTFS sementara pada partisi kedua kamu bisa menyimpannya dengan format EXT4.

3. Lebih mudah mengelompokkan file

Keuntungan melakukan partisi pada hardisk selanjutnya yaitu lebih mudah mengelompokkan file, karena masing-masing partisi dapat diberi label. Misalnya partisi pertama kamu bisa memberi nama file sistem, partisi kedua file data, partisi ketiga file game dan seterusnya.

4. Melindungi file

Maksudnya, apabila di dalam sebuah partisi terdapat virus maka partisi yang lain tetap aman. Misalnya pada file sistem windows terkena virus. Dari semua partisi yang ada pada penyimpanan laptop, kamu hanya perlu memformat file windows-nya saja.

5. Dapat memperpanjang umur harddisk

Seperti pada poin pertama, melakukan partisi sangat berpengaruh terhadap kinerja sebuah hardisk sehingga hal ini juga turut serta mempengaruhi usia atau jangka waktu penggunaan hardisk. Semakin banyak partisi maka kerja hardisk bisa semakin ringan.

Begitu pula sebaliknya, semakin besar kapasitas dalam sebuah hardisk maka semakin berat pula kerjanya. Kalau terus dipaksa seperti itu, bukannya tidak mungkin hardisk kamu hanya akan berumur pendek. Selain file-file yang hilang, kamu juga harus mengganti dan membeli hardisk baru yang tentunya dapat menguras kantong.

Baca Juga:  Cara Screen Recorder di Windows 10, Bebas Ribet!

Cara Membuat Local Disk D pada Windows 10

Untuk kamu yang belum tahu bagaimana cara membuat local disk D pada windows 10, tidak perlu khawatir karena caranya sangat mudah dan tidak memerlukan aplikasi tambahan apa pun. Cukup dengan menggunakan aplikasi bawaan dari windows saja, tidak lain adalah ‘Disk Management’.

Sebenarnya disk management itu apa? Disk management menjadi sebuah tools bawaan dari windows yang bisa digunakan untuk mengatur dan mengolah penyimpanan internal di dalam laptop kita. Dengan tools itulah kamu bisa melakukan pembagian pada hardisk atau dalam ilmu komputer sering disebut dengan partisi.

Sebelum melakukan partisi, ada baiknya kamu mencadangkan file-file penting terlebih dahulu pada flashdisk ataupun penyimpanan eksternal lainnya untuk berjaga-jaga apabila data kamu terhapus dari laptop. Untuk membuat local disk D, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :

  • Bukalah disk management. Ada beberapa cara untuk membukanya. Pertama Dengan membuka file explorer atau bisa juga klik kanan pada menu windows di dekstop, kemudian klik kanan pada this PC lalu pilih manage. Cara kedua bisa melalui start menu, ketikan pada kotak search dengan disk management lalu pilih create and format hardisk partition. Cara berikutnya tekan tombol windows +R pada keyboard kamu lalu ketikkan  “diskmgmt.msc“.  tekan enter.

cara membuat local disk d di windows 10

  • Pada jendela computer management yang terbuka , akan terlihat daftar partisi kita termasuk berapa kapasitasnya.
  • Klik kanan pada hardisk yang akan kamu bagi atau partisi. Jika di laptop kamu hanya ada local disk C, maka klik kanan saja pada local disk C tersebut.
  • Klik shrink volume. Biasanya proses ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi kamu bisa tunggu beberapa saat.
Baca Juga:  2 Cara Mematikan Firewall Windows 10 yang Jarang Diketahui Pengguna

cara membuat local disk d di windows 10

  • Isikan berapa kapasitas local disk D yang kamu inginkan pada Enter the amount of space to shrink in MB. Misalnya saja 700 GB. Maka kamu harus menuliskannya 70.000 karena kapasitas yang harus dimasukkan dalam satuan MB bukan GB. Kemudian klik shrink.
  • Setelah itu hardisk akan terbagi menjadi dua bagian dan salah satunya akan bertuliskan Unallocated atau new Volume atau lainnya tergantung laptop masing-masing. Lalu klik kanan.
  • Pilih New Simple Volume Wizard, kemudian klik next beberapa kali.

cara membuat local disk d di windows 10

  • Pilih nama Volume yang kamu inginkan.
  • Pada menu Assign The Following Drive Letter pilih huruf D. Pada Format Partition pilih Format NTFS, Default, lalu klik tombol next.
  • Tunggu sampai proses selesai kemudian klik tombol finish.

Kamu tidak perlu ragu untuk melakukan langkah-langkah di atas karena aman dan tidak akan menghapus data. Cara tersebut juga bisa digunakan bukan hanya untuk windows 10 saja tetapi berlaku juga untuk windows 7 dan windows 8.

Kesimpulan

Cara membuat local disk D tidaklah serumit yang dibayangkan. Dengan mengikuti sepuluh langkah tersebut di atas kamu sudah bisa melakukan partisi pada laptop. Selain itu membuat local disk D juga memiliki fungsi dan berbagai keuntungan tersendiri.

Secara tidak langsung kamu sudah melindungi file-file penting entah itu tugas sekolah, kuliah maupun dokumen kerja pada lokasi yang aman. Kamu juga bisa mengelompokkan file sesuai kategori yang diinginkan, tidak tercampur jadi satu dengan local disk C yang berisi kumpulan sistem pada Windows.

Leave a Comment