10 Contoh Alat Musik Tradisional di Indonesia dan Fungsinya

Setiap wilayah di seluruh Nusantara umumnya mempunyai alat musik masing-masing yang khas. Hal tersebut sering disebut dengan alat musik tradisional dan menjadi salah satu ragam kebudayaan. Pada dasarnya setiap daerah mempunyai alat musik yang berbeda-beda memiliki fungsi tertentu.

Tanah Air dikenal dengan keragaman budaya, sehingga tidak heran jika warisan kebudayaan dan alat musik sangat banyak. Warisan kebudayaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Pada ulsan berikut akan dibahas mengenai pengertian dan beberapa contoh alat musik daerah.

Pengertian Alat Musik Tradisional

Pengertian Alat Musik Tradisional

Secara umum pengertian alat musik tidak hanya merujuk pada orkestra atau seni musik, melainkan mempunyai makna yang luas. Alat musik merupakan sebuah benda atau alat yang dipakai untuk membuat irama dan nada.

Tujuan utamanya dibuatnya nada dan irama adalah untuk memunculkan keindahan-keindahan tertentu dari sudut pandang pendengaran. Sedangkan pengertian tradisional menurut KBBI adalah berbagai hal yang berkaitan dengan budaya.

Tradisional juga dapat diartikan sebagai suatu hal yang diciptakan sejak lama dan masih dilestarikan hingga saat ini karena mempunyai makna tertentu. Dengan demikian alat musik daerah atau tradisional adalah benda yang digunakan untuk membuat irama dan menjadi objek tradisi atau budaya.

Pada umumnya alat musik tradisional berkembang secara turun temurun dari nenek moyang pada suatu daerah tertentu. Oleh sebab itu, keberadaan alat musik ini akan selalu identik dengan suatu kelompok masyarakat atau kebudayaan.

Fungsi Alat Musik Tradisional

Fungsi Alat Musik Tradisional

Alat musik pada setiap daerah mempunyai peran penting, baik dalam segi kehidupan sehari-hari maupun budaya. Berikut fungsi yang dimiliki oleh alat musik daerah:

Baca Juga:  13 Nama Tarian Daerah di Indonesia Paling Populer

1. Sarana komunikasi

Nada dan irama yang diciptakan oleh alat musik dapat digunakan untuk memberikan sebuah pertanda khusus. Dimana bunyi yang ditimbulkan tersebut mengandung suatu isyarat atau pesan yang akan disampaikan.

2. Sarana ekspresi

Seorang seniman seringkali mengekspresikan karya atau gagasannya melalui alat musik daerah yang dimainkan. Tujuan utama dari fungsi alat musik ini adalah menyampaikan karya yang mengandung keindahan.

3. Sarana budaya

Pada beberapa nada atau irama tertentu mengandung suatu energi khusus yang sifatnya mistis dan immaterial. Maka dari itu, alat musik daerah banyak digunakan sebagai elemen dalam melakukan berbagai ritual atau upacara adat.

4. Sarana ekonomi

Melestarikan alat musik daerah tidak hanya sekedar untuk menjaga warisan budaya atau aksi heroik. Akan tetapi, pegiat alat musik daerah juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperoleh pendapatan.

Dimana pendapatan ekonomi melalui alat musik daerah dapat diperoleh melalui pentas seni dan pembuatan alatnya.

5. Sarana pertunjukan

Pentas seni atau suatu pertunjukan daerah umumnya akan menggunakan alat musik untuk lebih memeriahkan acara. Bahkan hal ini menjadi fungsi paling utama dari alat musik daerah saat ini. Nada dan irama yang dihasilkan dari alat musik digunakan sebagai pengiring pertunjukan.

6. Sarana hiburan

Bunyi harmonis yang mampu dihasilkan oleh alat musik daerah memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, alat musik banyak digunakan sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan rasa lelah dari kegiatan sehari-hari.

Contoh Alat Musik Tradisional

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa alat musik daerah yang dimiliki negara Indonesia sangat beragam. Hal tersebut dikarenakan hampir seluruh wilayah Indonesia mempunyai alat musik khas yang tentunya berbeda-beda antar satu sama lain.

Berikut beberapa contoh alat musik daerah berdasarkan wilayahnya:

1. DKI Jakarta

DKI Jakarta

Alat musik daerah yang khas pada wilayah DKI Jakarta adalah tehyan yang dimainkan dengan cara digesek. Pada zaman dahulu alat musik ini merupakan perpaduan kebudayaan Tionghoa dengan suku Betawi.

Baca Juga:  10 Gambar Batik Mudah Berwarna, Mudah Ditiru untuk Tugas!

Adapun alat musik lain yang menjadi khas di Jakarta selain tehyan, yakni:

  • Gendhang
  • Tanjidor
  • Gambang kromong
  • Orkes samrah

2. Jawa Barat

Jawa Barat

Angklung merupakan alat musik yang khas dan berasal dari Provinsi Jawa Barat. Saat ini angklung sudah menjadi alat musik yang terkenal hingga mancanegara. Alat musik yang berasal dari bambu ini cara memainkannya dengan digoyang sembari mengikuti ketukan nada yang dibuat.

Selain angklung, terdapat beberapa alat musik lain khas Jawa Barat, yaitu:

  • Suling
  • Jentreng
  • Calung
  • Gembyung

3. Jawa Tengah

Jawa Tengah

Alat musik daerah yang khas dan berasal dari Jawa Tengah adalah gamelan. Sejak tahun 404 masehi alat musik ini sudah ditemukan dan dimainkan oleh masyarakat Jawa. Pengertian gamelan adalah seperangkat instrument yang dibunyikan dari beberapa elemen, seperti gambang, gong, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa alat musik daerah Jawa Tengah lainnya:

  • Saron
  • Kenong
  • Rebab
  • Slenthem

4. Jawa Timur

Jawa Timur

Pada dasarnya alat musik yang khas dengan Jawa Timur ini mirip dengan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Berikut beberapa contoh alat musik khas dan berasal dari Jawa Timur:

  • Bonang baok
  • Saronen
  • Angklung Jawa Timur
  • Terompet reog

5. Bali

Bali

Alat musik daerah Bali terkenal dengan bunyi yang dihasilkan cukup unik, yaitu genggong. Bambu dan pelepah aren menjadi bahan utama untuk membuat genggong. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan memakai rongga mulut sebagai resonator dan ditarik talinya.

Adapun alat musik tradisional lain yang di Bali, yaitu:

  • Kendang
  • Tambur
  • Rindik

6. Yogyakarta

Yogyakarta

Krumpyung merupakan salah satu alat musik dari Yogyakarta yang cukup populer dan banyak digunakan. Alat musik krumpyung dimainkan dengan cara ditiup. Biasanya krumpyung akan dimainkan pada saat memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  Contoh Sampul Makalah Kuliah, Kelompok, Individu, dll

Selain krumpyung, adapun alat musik dari Yogyakarta lainnya, yaitu:

  • Peking
  • Kempul
  • Gejong lesung

7. Aceh

Aceh

Serune kale adalah alat musik daerah Aceh yang biasanya dimainkan bersamaan dengan Gendrang dan Rapai. Alat musik ini akan dimainkan pada berbagai acara tari-tarian, penyambutan tamu, dan acara hiburan lainnya.

Alat musik ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan seruling bambu dan mempunyai bahan dasar berupa kuningan, kayu, dan tembaga. Adapun alat musik lainnya selain serune kale, yaitu:

  • Arbab
  • Celempong
  • Bereguh
  • Geundrang

8. Riau

Riau

Nama alat musik tradisional dari Provinsi Riau yang sangat terkenal ialah gambang camar. Cara memainkan gambang camar adalah dengan dipukul menggunakan suatu benda. Terdapat enam bilah kayu berwarna hitam pada alat musik ini.

Berikut beberapa contoh alat musik dari Riau lainnya:

  • Rebana ubi
  • Nafiri
  • Gedombak

9. Bangka Belitung

Bangka Belitung

Bangka Belitung merupakan provinsi yang terkenal mempunyai banyak alat musik, salah satunya ialah gitar gambus. Alat musik dengan bentuk mirip buah labu tersebut cukup populer.

Adapun alat musik daerah dari Bangka Belitung lainnya, yakni:

  • Rebana
  • Serunai
  • Gambangan

10. Lampung

Lampung

Kompang merupakan alat musik dari Lampung yang terbuat dari kulit kambing. Material yang digunakan untuk membuat alat musik inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Alat musik ini sudah ada sejak zaman penyebaran agama islam.

Oleh sebab itu, alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi berbagai lagu yang bernuansa islam. Akan tetapi, kompang juga sering dimainkan pada berbagai acara seperti pernikahan, upacara adat, dan lain sebagainya.

 

Alat musik tradisional menjadi salah satu kekayaan budaya yang mempunyai banyak fungsi. Setiap daerah di wilayah Indonesia mempunyai cara yang berbeda-beda untuk melestarikannya. Alat musik daerah yang ada di Nusantara cukup beragam bentuk, jenis, dan cara memainkannya.

Leave a Comment